Pedih hatiku, 'pabila teringat masa lalu, yang membuatku rapuh dan terpuruk. 2 tahun lamanya bibir ini tak ingin bersua. Hanya mengandalkan diri sendiri, menghadapi berbagai cobaan hidup, yang pernah meluluh-lantahkan hatiku.
Entah mengapa, TUHAN terlalu sayang padaku. IA tetap saja berulangkali mempertahankan hidupku, yang seharusnya "tiada" 23 tahun yang lalu. Entah apa maksud-NYA. Aku masih belum menemukan jawabannya.
Dimulai semenjak dalam kandungan, kecelakaan mobil, koma sebanyak 8 kali, tertabrak mobil hingga terpental, jatuh dari tangga, hingga tersakiti karena psycho-an seseorang yang sangat mencintaiku. Semua itu tetap tak dapat membuatku "tiada".
Serta berbagai keanehan yang terjadi dalam hidupku dimulai dari umur 4 tahun, membuat intuisi dalam diriku semakin hari semakin tajam. Bahkan, AKU SUDAH DAPAT MELIHAT SEKILAS PERIHAL MASA DEPAN DAN BERBAGAI KEJADIAN DI AKHIR HIDUPKU.
Dengan terlihat sangat jelas, nadi-nadi tanganku membentuk sebuah tanda. Ya, seekor paus besar berwarna biru yang sedang tersenyum. Beberapa cenayang / paranormal tertunduk hormat padaku saat menatap tanda tersebut di telapak tangan kananku. Bahkan suatu ketika, aku melihat seorang paranormal yang benci padaku tanpa sebab. Aku tak mengenalnya. Semakin aku mendekatinya untuk berbicara, ia semakin ketakutan dan langsung melarikan diri. Juga ketika seorang teman baikku kerasukan. Baru beberapa langkah kakiku mendekatinya, ia tersungkur memohon ampun padaku. SUNGGUH, AKU TIDAK MENGERTI!!!
Hei, para hantu! Mengapa kalian begitu takut padaku? Aku tak berbuat apa-apa! Dan juga kalian, 2 kuntilanak yang pernah menemuiku. Mengapa kalian percaya padaku untuk membantu kalian, yang terhimpit 2 dunia? Masih buanyakkkk manusia di luar sana...!!!
Tubuhku yang lemah dan mungil, mengapa tersirat kekuatan besar di dalamnya? Sebenarnya aku siapa? Mengapa sumpah-serapahku pun dapat langsung menjadi nyata? Warna mataku pun berubah menjadi biru dengan sendirinya, ketika hatiku terasa sangat memilukan. Mengapa ada tanda di perutku? Serta, mengapa firasat hebat terjadi dalam ragaku, ketika satu-satunya pria yang kusayang dan cintai mendapat masalah?
Maafkan aku, TUHAN... Aku sering mengeluh dalam hatiku. Air mataku ini menjadi saksinya. Namun, ENGKAU tidak akan pernah meninggalkanku dan membiarkanku sendirian seumur hidupku. Kini, ENGKAU memberikanku sebuah "hadiah". Hal itu membuat luka hatiku dan kesedihanku, semakin hari semakin berkurang.
Terima kasih, TUHAN... ENGKAU memberikanku seorang kekasih yang baik hati, sabar, penyayang, humoris, pengertian dan mau menerimaku apa adanya. Aku sungguh menyayanginya, TUHAN. Jagalah ia selalu untukku. Ku relakan malaikat penjagaku untuk selalu menemani dan melindunginya. 'Pabila maut akan meremuk-redamkan dirinya, AKU BERSEDIA MENUKARNYA DENGAN NYAWAKU. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan kami berdua....... (Amien).
Sayangku...., Ku rasakan kenyamanan dalam hatiku, Walau malam semakin pekat, Ku rasakan kita semakin dekat.
Malam itu, Saat yang menyenangkan untukku, Di telingaku, dirimu berbicara dengan lembut, Menambah aura cintaku serta semangat.
Jujur, ku rasakan beban jiwa berlalu, Dengan hadirnya pesona cintamu yang mendayu, Seakan hatiku semakin ingin bertaut, Sehingga ingin lebih terlarut.
Dinginnya udara malam itu, Menemani pipiku yang memerah karena tersipu malu, Sambil berharap dapat memelukmu dengan erat, Serta ciuman hebat yang ingin ku dapat.
Sayangku...., Terima kasih atas cinta dan sayangmu, Ingin rasanya ku memelukmu tanpa batas waktu yang terikat, Sehingga tercipta kehangatan yang belum pernah ku dapat.
Mimpi indah, sayangku..., Besok aku akan membangunkanmu, Dengan pelukan, kecupan hangat, dan belaian lembut, Hanya untukmu, SAYANGKU........
Tetes demi tetes air mata mengalir dari mataku. Seakan tak mampu ku berkata. Hatiku semakin hancur saat menatapmu. Menatapmu yang seakan "ROBOH" karena melihatku menangis. Walaupun tubuhmu tinggi dan kuat, serta banyak hal gawat tak pernah menjadi masalah yang dapat melemahkanmu. TETAPI, saat ku menangis, sangat terlihat kau lemah dan tak berdaya, seakan tak punya kekuatan. "Sayang, ku mohon jangan menangis lagi.... Aku bisa mati hanya karena melihatmu menangis....", katamu. Kata-kata itu akan selalu ku ingat.....
" SAYANGKU, terima kasih...... Peristiwa saat itu membuatku sadar, bahwa diriku tidak sendiri.... Sungguh aku mencintaimu....... Tak kan ku biarkan siapapun merebutmu dariku........ TAK KAN PERNAH.......!!!!!! "
Rapuh dan terdera.. "Sayatan iblis" itu mengoyak jiwa.. Mencekam raga.. Meneteskan air mata..
Hati menjerit murka.. Berharap semuanya sirna.. Bibirpun bersumpah-serapah menginginkan karma.. Juga berpinta, semoga segera menutup mata selamanya.. Angkasa dan samudera, menjadi saksinya..
Goresan hati berdasarkan kenyataan ini, tercipta karena dan untuk : MIYABI ( 9 tahun 7 bulan ) di Osaka, Japan.
MIYABI, MAAFKAN AKU.....
Setelah tragedi 24 November 2004 pk 19:08 akibat ulah seseorang, hingga mengakibatkan tiadanya kakakmu, kedua mata dari wajah mungilmu sering berkaca-kaca. Dirimu yang ceria, berubah 180 derajat menjadi sangat tertutup. Tiada lagi ku dengar canda-tawamu. Tiada lagi ku dengar celotehan dari bibir mungilmu. Tiada lagi pula kita rasakan hangatnya kebersamaan bersama kakakmu. Hanya sebuah boneka kelinci berwarna pink pemberianku, yang selalu kau peluk seakan tak boleh siapapun merebutnya. Kau sering kali menghampiriku dengan kedua mata berkaca-kaca, langsung memelukku dengan erat sambil berkata " Ai, apakah kamu akan bersamaku selamanya ? Aku sayang padamu.... ". " Miyabi, Ai akan berusaha selalu dapat bersamamu. Ai sangat menyayangimu...". Seketika itu pula, terasa sesak di hati ini. Hatiku hancur melihat tetes demi tetes air mata yang membasahi wajahmu. Karena tak ingin melihatmu bertambah sedih, setiap ku berbicara denganmu aku berusaha untuk sambil tersenyum. " Ai, berjanjilah akan hal itu padaku.... !". " Iya, sayang. Ai berjanji. Miyabi tidak perlu cemas, ya sayang.... ". " Mmmm..... ". Seakan tak kuasa bibirku berucap. Ku peluk dirimu dengan derasnya air mata yang mengalir dari mataku. Berpuluh-puluh kali ku kecup kening dan pipimu sebagai tanda sayang. Kemudian dirimu menatapku sambil menyeka air mataku. " Ai, aku mau sushi buatanmu sekarang juga... ". " Iya, sayang. Sebentar ya... ". Aku menuntunnya ke dapur bersih, lalu membuatkan sushi jepang buatan tanganku yang sangat kau suka. Saat akan memakannya, kau berlari sejenak mengambil foto kakakmu yang telah tiada dari album foto yang ada di kamar kakakmu. Hanya dalam 5 menit, kau telah kembali menghampiriku, meletakkan foto kakakmu di depan piring sushimu. " Kakak, selamat makan... Sushi buatan Ai enak lho... ". Aku semakin tak kuasa untuk menahan air mata. Hingga tanpa ku sadari, papa dan mamamu telah berada tepat di belakangku, membelai kepalaku sambil menyeka air mataku. " Ai, tidak apa-apa... Jangan menangis lagi... Matamu sembab... ". " Maafkan aku..... ", jawabku sambil menundukkan kepala. " Iya.... ", jawab mamamu sambil mengambilkan segelas strawberry juice untukmu. Ku lihat mamamu memasukkan sebutir obat tidur ke dalam minumanmu. Kau pun melahapnya dengan cepat, tanpa kau sadari terdapat obat tidur didalamnya. Lalu papa dan mamamu menaruhmu di dalam mobil, yang segera berangkat menuju bandara, hendak kembali ke Osaka, Jepang. Ku ikuti langkah mereka ke dalam mobil. Di dalam mobil, aku semakin tak kuasa menahan air mata. Sambil membelai, mengecup kening dan pipimu, aku berbisik di telingamu. " Miyabi, maafkan aku... Aku mengingkari janji untuk selalu bersamamu. Karena aku, kau kehilangan satu-satunya kakakmu yang sangat kau sayangi. Demi membuktikan cintanya padaku, kakakmu rela mengorbankan nyawanya untukku. Aku pun tak dapat memenuhi permohonanmu sebelumnya untuk menjadi istri dari kakakmu. Karena ulah seseorang, kebahagiaan kita seakan hilang. Tetapi, aku berjanji untuk selalu menyayangimu sekeluarga. Bahkan, aku merasa akan selalu mencintai kakakmu seorang. Sesampainya di Osaka, kau pasti akan membenciku karena tak dapat bersamamu. Suatu saat kau akan paham, bahwa di Indonesia tak aman untukmu. Jadilah anak yang hebat ya... Jadilah seperti kakakmu.. Kakakmu dan keluargamu adalah anugerah terbaik yang pernah ku miliki". Lalu papa dan mamamu memelukku untuk yang terakhir kalinya. " Terima kasih setulus hati untuk semuanya... Aku mohon maafkan aku... Aku akan selalu mencintai putera anda... ". " Ai, kami sangat tahu akan hal itu. Bertahun-tahun kita bersama, kami sangat sadar bahwa putera kami juga sangat mencintaimu. Kami akan selalu mengenang Ai. Kami sangat menyayangimu...". Aku menganggukkan kepala. Setelah melihat jam, mereka segera masuk ke mobil, bergegas menuju bandara. Dengan perasaan hancur, aku melambaikan tangan, melepas kepergian orang-orang terkasih dan terbaik yang pernah ku miliki. Hati ini terasa sakit sekali. Hancur-lebur seakan diri tak berarti. Karena ku tahu, mereka juga merasakan perasaan yang sama denganku.
" Miyabi...., seandainya saja aku tidak mengenal agama dan TUHAN, aku pasti sudah membunuh seorang pria di luar sana yang telah membunuh kakakmu, dengan pedang atau senjata yang ku punya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Seorang wanita yang sangat setia & mencintai satu-satunya pria yang dicintainya dengan KONDISI APAPUN JUA, bahkan rela mati untuk membuktikan cintanya adalah satu hal yang tiada bandingannya. Karena janji hati sebagai bukti cinta seperti ujung pedang yang berada tepat di dada. Apabila mengingkarinya, terasa betapa sakit seakan-akan ujung pedang itu menembus sampai ke dalam jiwa... Sebagai seorang wanita yang ingin "beda" dari wanita lainnya, ia akan sangat menjaga harga diri, keperawanan, inner beauty dan kualitas terbaik dalam dirinya HANYA UNTUK SATU-SATUNYA PRIA YANG SANGAT DICINTAINYA HINGGA SEBUAH PERNIKAHAN TERSELENGGARA SEKALI UNTUK SELAMANYA... -AISAMA-